Senin, 19 Desember 2016

2. Ciri Khas
Kain Sasirangan, kerajinan khas daerah Kalimantan Selatan


Kain sasirangan yang merupakan kerajinan khas daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) menurut para tetua masyarakat setempat, dulunya digunakan sebagai ikat kepala (laung), juga sebagai sabuk dipakai kaum lelaki serta sebagai selendang,  kerudung, atau udat (kemben) oleh kaum wanita. Kain ini juga sebagai pakaian adat dipakai pada upacara-upacara adat, bahkan digunakan pada pengobatan orang sakit. Tapi saat ini, kain sasirangan peruntukannya tidak lagi untuk spiritual sudah menjadi pakaian untuk kegiatan sehari-hari, dan merupakan ciri khas sandang dari Kalsel. Di Kalsel, kain sasirangan merupakan salah satu kerajinan khas daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Kata “Sasirangan” berasal dari kata sirang (bahasa setempat) yang berarti diikat atau dijahit dengan tangan dan ditarik benangnya atau dalam istilah bahasa jahit menjahit dismoke/dijelujur. Kalau di Jawa disebut jumputan. Kain sasirangan dibuat dengan memakai bahan kain mori, polyester yang dijahit dengan cara tertentu. Kemudian disapu dengan bermacam-macam warna yang diinginkan, sehingga menghasilkan suatu bahan busana yang bercorak aneka warna dengan garis-garis atau motif yang menawan.
Proses Pembuatan Kain Sasirangan
Pertama menyirang kain, Kain dipotong secukupnya disesuaikan untuk keperluan pakaian wanita atau pria. Kemudian kain digambar dengan motif-motif kain adat, lantas disirang atau dijahit dengan tangan jarang-jarang/renggang mengikuti motif. Kain yang telah dijahit, ditarik benang jahitannya dengan tujuan untuk mengencangkan jahitannya, sehingga kain mengerut dengan rapat dan kain sudah siap untuk masuk proses selanjutnya.
Kedua penyiapan zat warna, Zat warna yang digunakan adalah zat warna untuk membatik. Semua zat warna yang untuk membatik dapat digunakan untuk pewarnaan kain sasirangan. Tapi zat warna yang sering  digunakan saat ini adalah zat warna naphtol dengan garamnya. Bahan lainnya sebagai pembantu adalah soda api (NaOH), TRO/Sepritus, air panas yang mendidih. Mula-mula zat warna diambil secukupnya, kemudian diencerkan/dibuat pasta dengan menambahkan TRO/Spirtus, lantas diaduk sampai semua larut/melarut. Setelah zat melarut semua, kemudian ditambahkan beberapa tetes soda api dan terakhir ditambahkan dengan air panas dan air dingin sesuai dengan keperluan. Larutan harus bening/jernih. Untuk melarutkan zat warna naphtol sudah dianggap selesai dan sudah dapat dipergunakan untuk mewarnai kain sasirangan.
Untuk membuat warna yang dikehendaki, maka zat warna naphtol harus ditimbulkan/dipeksasi dengan garamnya. Untuk melarutkan garamnya, diambil sesuai dengan keperluan kemudian ditambahkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk kuat-kuat sehingga zat melarut semua dan didapatkan larutan yang bening. Banyaknya larutan disesuaikan dengan keperluan. Kedua larutan yaitu naphtol dan garam sudah dapat dipergunakan untuk mewarnai kain sasirangan, yaitu dengan cara pertama-tama mengoleskan/menyapukan zat warna naphtol pada kain yang telah disirang yang kemudian disapukan lagi/dioleskan larutan garamnya sehingga akan timbul warna pada kain sasirangan yang sudah diolesi sesuai dengan warna yang diinginkan. Setelah seluruh kain diberi warna, kain dicuci bersih-bersih sampai air cucian tidak berwarna lagi.
Kain yang sudah bersih, kemudian dilepaskan jahitannya sehingga terlihat motif-motif bekas jahitan diantara warna-warna yang ada pada kain tersebut. Sampai disini proses pembuatan kain sasirangan telah selesai dan dijemur salanjutnya diseterika dan siap untuk dipasarkan.
SUMBER :
http://portalbanjarmasin.com/kain-sasirangan-kerajinan-khas-daerah-kalimantan-selatan/


https://adisamari.wordpress.com/2014/06/19/budaya-ciri-khas-dan-makanan-dari-kota-banjarmasin-kalimantan-selatan/
Selanjutnya.... ana akan menjelaskan beberapa dari budaya, ciri khas, dan makanan dari Kota Banjarmasin. Kota Banjarmasin terletak di Provinsi Kalimantan Selatan. Kota yang tidak terlalu besar, namun mempunyai banyak budaya yang beragam.
Tidak terlalu berpanjang lebar, langsung saja kita masuk ke pembahasannya ya…
1. Seni Budaya
Budaya dan tradisi orang Banjar adalah hasil asimilasi selama berabad-abad. Budaya tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan Islam yang dibawa oleh pedagang Arab dan Persia.
Budaya Banjar dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat Banjar khususnya dalam bentuk kesenian, tarian, musik, pakaian, permainan dan upacara tradisional.
Adat istiadat Banjar yang melekat dengan kehidupan sosial warga masyarakat yang bercirikan Islam terus terjaga dan dipertahankan, nampak dari aktivitas kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini dapat juga disaksikan melalui berbagai pentas kesenian Banjar yang sering ditampilkan dalam acara-acara resmi, seperti tari-tarian dan lagu Banjar. Demikian pula upacara adat khas Banjar yang biasanya dilaksanakan dalam rangka perkawinan, kelahiran, ataupun peringatan   terhadap peristiwa penting lainnya. Dari banyaknya ragam kesenian tersebut yang terkenal adalah :
  • Madihin
  • Mamanda
  • Japen
  • Balamut
  • Hadrah
  • Musik panting
  • Upacara Maarak Penganten
  • Bamandi-mandi
  • Maayun Anak
Kesemuanya itu adalah kekayaan budaya yang sangat menarik
Tarian tradisional yang biasa ditampilkan pada upacara Tradisional seperti: tari “Baksa Kambang”, “Baksa Lilin”, “Kula Gepang”, “Maiwak”, dan lain-lain. Ada sekitar 76 Jenis tarian. Tari tradisional biasanya diiringi oleh alat musik tradisional seperti: babun, gambang, aron, salantang, kedernong, gong, suling, rehab dan dan lain-lain.

MADIHIN


        Seni Madihin adalah suguhan pentas monolog oleh satu atau dua orang seniman tradisional yang merangkai syair  dan pantun diiringi dengan musik gendang khas Banjar. Sajian materi  seni ini biasanya melemparkan sindiran – sindiran dan pesan sosial dan moral dengan kosa kata yang menggelitik dan lucu.

MAMANDA



      Seni Mamanda merupakan seni pentas teater tradisional Banjar. Menceritakan kisah-kisah kehidupan masyarakat perjuangan kemerdekaan serta kritik sosial dan politik yang berkembang.

MUSIK PANTING


     Seni Musik Panting adalah paduan antara berbagai alat musik seperti Babun, Panting, Biola, Gong, yang menghasilkan irama khas, biasanya mengiringi lagu-lagu tradisional Banjar yang dinyanyikan, atau mengiringi tarian tradisional. Istilah panting  diambil dari salah satu jenis alat musik utamanya Panting, yaitu alat musik petik yang mirip dengan Gitar Gambus berukuran kecil.
(https://adisamari.wordpress.com/2014/06/19/budaya-ciri-khas-dan-makanan-dari-kota-banjarmasin-kalimantan-selatan/)
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

oke... udah lama gak up-date nih isi blog ya guys...

rasanya debunya udah numpuk banget....

langsung aja deh ya... kali ini gak ngisi tentang sastra dulu, cerpen, puisis, prosa dll... tapi mau ngisi tentang keindahan Kalimantan Selatan... yap... tempat dimana ane lahir dan besar.. sebenarnya buat tugas matkul juga si,,,

ya udah lah ya,, check it out :)

first... tentang SEJARAH KALIMANTAN SELATAN



Sejarah Provinsi Kalimantan Selatan
Kalimantan selatan adalah salah satu provinsi yang memiliki banyak potensi yang dapat di manfaatkan untuk mendapatkan kebutuhan yang anda inginkan. di sini banyak hal yang dapat anda lakukan dengan beragam tempat yang indah dan bersejarah yang sangat penting untuk di aplikasikan. Tidak heran jika saat ini banyak wisatawan yang datang untuk mendapatkan beragam akses yang indah di sini. namun, sebagai daerah yang memiliki banyak potensi tentunya banyak hal yang di lakukan. selain itu ada beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang dan sejarah provinsi kalimantan selatan. Kalimantan selatan adalah salah satu tempat di mana berdirinya kerajaan Tanjung Puri di abad 5- 6 Masehi. Kerajaan Tanjung Puri di sebut juga dengan Kerajaan Khuripan yang memiliki percampuran suku dengan di ikuti berdirinya Kerajaan Negara Dipa oleh orang jawa.

Dengan berdirnya kerjaan Negara Daha membuat kerajaan Negara Dipa hancur karena serangan yang dari Kerajaan Negara Daha dan pusat pemerintahan di pindahkan ke arah hilir. Selain itu juga akhirnya Kerajaan Negara Daha hancur dengan munculnya perebutan kekuasaan. Dengan tinggalnya para patih yang semuanya bernama Masih memberikan nama tempat tinggalnya sebagai Banjarmasin karena berasal dari kata Bandarmasih. Dengan adanya kondisi ini, kemudian di bangunlah kerajaan Banjarmasih sebagai kerajaan maritim pada abad 18. Namun, ketika para kolonial belanda datang ke tanah Kalimantan Selatan membuat perubahan dan kehancuran dari kerajaan ini pada tahun 1612.


Namun, pada abad 19 kolonial inggris datang dan menduduki kekuasaannya dengan mengusir belanda dengan menempatkan residen Alexander Hare di Banjarmasih. Namun, dengan adanya perpindahan kekuasaan yang di lakukan oleh inggris tidak bertahan lama. Belanda akhrnya kembali menguasai Banjarmasih. Namun, dengan kondisi yang terus terpuruk membuat banyak penduduk asli Kalimantan Selatan yang kemudia melawan Belanda. Peristiwa ini terjadi dengan perjuangan yang di lakukan Pangeran Antasari dan Sultan Muhammad Seman.


Kedua pemimpin ini bersama beberapa penduduk lainnya kemudian gugur sehingga Belanda kembali berkuasa di sini. dengan adanya kekuasaan ini kemudian Kalimantan Selatan di bagi menjadi dua afdeling atau daerah seperti Banjarmasin dan Hulu sungai. Di tempat ini pula di bentuknya Gouverment Borneo sebagai ibukota Banjarmasin oleh dr. Haga sebagai subernur pertama. Namun, kekuasaan yang di miliki oleh belanda akhirnya berganti dengan pendudukan dari Jepang. Dengan kondisi ini terjadilah beberapa kondisi yang tentunya membuat banyak pehlawan untuk memerangi mereka.


Tahun 1945 dengan Indonesia merdeka, membuat Kalimantan Selatan di jadikan sebagai provinsi dengan gubernur Ir. Pangeran Muhammad Noor. Tahun 1949 kemudian di lakukan beberapa perjanjian seperti Linggarjati yang menyebabkan malah Kalimantan Selatan terpisah dengan Indonesia. Namun dengan adanya NKRI membuat Kalimantan Selatan kembali pada tahun 1959.

sumber : http://www.sejarawan.com/118-sejarah-provinsi-kalimantan-selatan.html